By Admin, 01 Maret 2026

Produk kreatif karya perempuan Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi Spring Fair 2026 yang digelar awal Februari di Birmingham, sembilan pelaku usaha kecil Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi senilai Rp10,76 miliar.
Keberhasilan ini dilaporkan langsung oleh Ayu Siti Maryam, Atase Perdagangan RI di London. Ia menegaskan bahwa respons buyer Inggris terhadap produk Indonesia sangat positif, terutama pada sektor dekorasi rumah, fesyen, dan produk gaya hidup berbasis keberlanjutan.
Menurut Ayu, kekuatan produk Indonesia terletak pada nilai tambah desain, kualitas pengerjaan, serta penggunaan material ramah lingkungan yang selaras dengan preferensi konsumen Inggris saat ini.
Keberlanjutan Jadi Kunci Daya Saing
Sembilan jenama terpilih menghadirkan ragam produk mulai dari kerajinan anyaman berbahan alami, aksesori fesyen artisan, hingga dekorasi rumah berkonsep eco-friendly. Tren keberlanjutan yang kuat di Inggris membuka peluang besar bagi produk Indonesia yang mengusung prinsip ramah lingkungan.
Partisipasi dalam pameran internasional dinilai sebagai strategi penting untuk memperluas pangsa pasar ekspor. Inggris sendiri saat ini menempati peringkat ke-15 sebagai negara tujuan ekspor tekstil Indonesia, dengan potensi pertumbuhan yang masih sangat signifikan.
Pemerintah optimistis bahwa promosi terarah dan kolaborasi multipihak dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk berkelanjutan di pasar global.
Membuka Jalan bagi UMKM Perempuan

(Sumber : tunjuk.id)
Salah satu peserta, Syarifah, pemilik Arifah Studio, menyebut partisipasi dalam pameran ini sebagai langkah awal yang strategis. Menurutnya, pasar Inggris masih belum tergarap maksimal oleh pelaku industri kreatif Indonesia.
Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan identitas merek yang jauh melampaui citra wisata semata. Warisan budaya nusantara yang beragam dapat diterjemahkan menjadi produk dengan inovasi desain yang kuat dan berdaya saing global.
Kolaborasi yang Menguatkan
Keikutsertaan delegasi UMKM perempuan ini tidak lepas dari sinergi antara Kementerian Perdagangan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, serta dukungan lembaga perbankan dan yayasan BUMN.
Potensi transaksi yang tercatat akan ditindaklanjuti melalui pertemuan bisnis lanjutan guna memastikan realisasi kontrak dagang dapat memberikan dampak sosial nyata bagi para perajin di daerah.
Di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, capaian ini menjadi bukti bahwa kekuatan ekspor Indonesia tidak hanya bertumpu pada industri skala besar. UMKM perempuan pun mampu menjadi wajah baru diplomasi ekonomi Indonesia—menghadirkan produk berkualitas, berkelanjutan, dan berkarakter kuat di pasar dunia.