By Admin, 23 Maret 2026

Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri, akhirnya memilih untuk bersuara atas dugaan kekerasan seksual yang ia alami di lingkungan olahraga. Keputusan ini bukan hal yang mudah. Rasa malu, takut, dan keraguan sempat menjadi penghalang sebelum ia benar-benar siap membuka suara ke publik.
Namun di balik semua itu, ada satu hal yang lebih besar: keinginan untuk melindungi atlet perempuan lain agar tidak mengalami hal serupa. Keberaniannya bukan hanya tentang dirinya sendiri, tapi juga tentang membuka jalan bagi banyak perempuan lain yang selama ini memilih diam.
Upaya yang Tak Selalu Didengar
Sebelum membawa kasus ini ke ranah hukum, Viona terlebih dahulu mencoba jalur internal. Ia melaporkan kejadian tersebut ke Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI) dan secara aktif melakukan tindak lanjut melalui berbagai cara, mulai dari surat resmi hingga komunikasi personal.
Proses tersebut bahkan sempat menghasilkan pembentukan tim kode etik. Namun, bagi Viona, langkah itu belum memberikan rasa aman maupun kejelasan yang ia harapkan. Ketika sistem yang seharusnya melindungi justru terasa belum berpihak, ia pun memilih untuk melangkah lebih jauh.
Melawan Sendiri, Demi Harga Diri

(Sumber : radarsurabaya.jawapos.com)
Dengan keberanian yang dikumpulkan perlahan, Viona akhirnya membawa kasus ini ke pihak Kepolisian. Ia menjalani proses tersebut seorang diri, tanpa pendampingan hukum di awal langkahnya.
Keputusan ini menjadi bukti bahwa perjuangan untuk keadilan tidak selalu datang dengan kondisi ideal. Terkadang, keberanian justru lahir dari keterbatasan dari keinginan kuat untuk menjaga harga diri dan martabat.
Lebih dari Sekadar Kasus, Ini Tentang Sistem
Kasus yang dialami Viona bukan hanya tentang satu individu, tetapi juga mencerminkan realitas yang lebih luas di dunia olahraga. Lingkungan yang seharusnya menjadi ruang berkembang justru bisa menjadi tempat yang tidak aman, terutama bagi perempuan.
Hal ini menjadi pengingat bahwa prestasi tidak boleh dibayar dengan rasa takut, apalagi dengan mengorbankan martabat. Sistem perlindungan yang kuat, responsif, dan berpihak pada korban bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Pesan untuk Perempuan: Jangan Takut Bersuara

(Sumber : inilah.com)
Melalui pengalamannya, Viona menyampaikan pesan yang sederhana namun sangat penting: perempuan tidak boleh merasa sendirian. Ia mendorong para atlet perempuan dan perempuan di mana pun untuk berani melapor jika mengalami kekerasan.
Karena diam bukan solusi. Dan setiap suara yang berani muncul, sekecil apa pun, bisa menjadi awal perubahan besar.
Apa yang dilakukan Viona adalah bentuk keberanian yang tidak hanya menyembuhkan dirinya, tetapi juga memberi ruang bagi orang lain untuk ikut bersuara. Ini bukan sekadar tentang mengungkap kejadian, tetapi tentang mengubah luka menjadi kekuatan.
Di dunia yang masih sering meragukan suara perempuan, keberanian seperti ini adalah langkah penting menuju ruang yang lebih aman, adil, dan setara.