By Admin, 27 November 2025

Di balik seragam Polri yang penuh tanggung jawab, hadir sosok perempuan muda yang menunjukkan bahwa ketegasan dan empati bisa berjalan seiring. Ia adalah AKP Seala Syah Alam, polwan muda berprestasi yang dipercaya memimpin polsek di usia relatif muda, sekaligus menjadi salah satu figur perempuan paling inspiratif di kepolisian saat ini.
Perempuan kelahiran Jakarta, 18 Juni 1990, ini menempuh perjalanan karier yang cepat sejak lulus dari Akpol angkatan 44 tahun 2012. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Seala tumbuh dengan rasa tanggung jawab besar nilai yang kemudian ia bawa hingga ke setiap penugasan.
Perjalanan karier yang menonjol

(Sumber : voi.id)
Seala memulai kiprahnya sebagai perwira muda dengan berbagai penugasan lapangan. Ia kemudian dipercaya menjadi Kapolsek Lingsar di NTB, jabatan yang mengasah kemampuan kepemimpinan dan pengambilan keputusan cepat.
Pada 12 Agustus 2022, ia mencatat sejarah sebagai Kapolsek wanita pertama di Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Jabatan ini bukan hanya sebuah amanah, tetapi juga simbol kesetaraan gender dalam institusi kepolisian.
Ia pernah berkata, "Polwan itu mampu berada di lapangan, di tengah masyarakat. Sama seperti polisi lainnya. Itu tantangan buat kami untuk bisa berbuat yang sama dengan polki."
Bagi Seala, amanah sebagai kapolsek tidak hanya soal tugas formal, tetapi juga motivasi untuk dirinya sendiri, untuk institusi, dan terutama bagi kedua adiknya.
Menjadi tumpuan di tengah sorotan publik

(Sumber : jpnn.com)
Sejak Januari 2025, Seala dipercaya memimpin Polsek Pesanggrahan di Jakarta Selatan. Di posisi inilah namanya semakin dikenal publik, terutama ketika ia menangani salah satu kasus paling menyita perhatian nasional: hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6 tahun).
Selama 8 bulan, ia memimpin tim khusus, melakukan koordinasi intens dengan berbagai unit, dan menelusuri setiap dugaan jejak sang bocah. Pada 23 November 2025, Seala menjadi pihak pertama yang menyampaikan kabar penemuan Alvaro—yang sayangnya ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor.
"Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan tersangka sudah diamankan," ujarnya tegas.
Tersangka utama, ayah tiri Alvaro, berhasil diamankan. Proses tersebut tidak mudah termasuk menghadapi berbagai bentuk penipuan yang dialami keluarga Alvaro oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Seala tidak hanya memimpin investigasi, tetapi juga memberi perlindungan dan imbauan agar keluarga tidak mudah terpengaruh pihak luar.
Humanis, namun tetap tegas.
Sosok pemimpin muda yang membuka jalan bagi perempuan lain

(Sumber : rri.co.id)
Perjalanan Seala menjadi bukti bahwa perempuan bisa memegang posisi strategis dan memimpin penanganan kasus besar. Ia menjadi contoh nyata implementasi kesetaraan gender yang terus didorong oleh Kapolri bahwa polwan punya ruang yang sama untuk mengabdi di lapangan.
Menjadi kapolsek di usia muda bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga inspirasi kolektif. Baginya, jabatan hanyalah sarana untuk terus menjadi manusia yang bermanfaat.
"Saya ingin menjadi kebanggaan keluarga," katanya. Sebuah kalimat sederhana yang menunjukkan betapa tulusnya ia menjalani profesi ini.
AKP Seala Syah Alam adalah sosok pemimpin muda yang kuat, berani, dan tetap lembut di waktu yang tepat. Ia hadir sebagai bukti bahwa integritas dan keberanian tidak mengenal gender ataupun usia.
Jika Indonesia ingin memiliki wajah kepolisian yang lebih humanis, profesional, dan dekat dengan masyarakat, maka figur seperti Seala adalah jawabannya.